Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Filosofi kopi

filosofi kopi merupakan kata-kata yang menggunakan kata kopi dan berbagai rasa yang dimiliki oleh kopi. Berbagai rasa dan suasana yang dirasakan seseorang saat menengguk kopi diungkapkan ke dalam kata-kata indah saat meminum kopi. Meminum kopi pun memiliki filosofi tersendiri bagi setiap orang. Ada berbagai rasa yang dimiliki kopi dan rasa tersebut diterjemahkan ke dalam  kata-kata  yang berbeda-beda untuk setiap orangnya, dan untuk berbagai kopi yang tentunya juga memiliki ragam rasa yang berbeda. Kata-kata filosofi kopi merupakan kombinasi rasa dan filosofi dari meminum kopi. Setiap orang tentunya memiliki berbagai filosofi tersendiri akan kopi yang diminumnya, begitu pula dengan suasana yang dia rasakan saat meminum kopi. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (16/8/2019) tentang  kata-kata  filosofi kopi

makna filosofis ketupat yang jarang orang tau

ketupat tidak lepas dari perayaan Idul Fitri. Dalam perayaan idul fitri, tentunya di situ ada satu hal yang tidak pernah pisah dari perayaan ketupat lebaran. Istilah tersebut telah menjamur di semua kalangan umat islam terutama di pulau jawa. Ketupat atau kupat sangatlah identik dengan Hari Raya Idul Fitri. Buktinya saja dimana ada ucapan selamat idul fitri tertera gambar dua buah ketupat atau lebih. Apakah ketupat ini hanya sekedar pelengkap harai raya saja ataukah ada sesuatu makna di dalamnya?, ternyata ada makna filosofis dari ketupat ini yang jarang diketahui oleh orang jika kita tinjau dari sejarah, tujuan diciptakan ketupat, serta kajian agama serta kebudayaannya. Sejarah Ketupat. Adalah kanjeng Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda lebaran dan bakda kupat. Bakda kupat dimulai seminggu sesudah lebaran. Pada hari yang disebut BAKDA KUPAT terswebujt, di tanah jawa waktu itu hampir setiap...
2018 - © The Wayahesinau